Pernah dengar? Atau pernah merasakan? Saya sedang merasakannya.
Memang ih hamil ini macem-macem yang dirasain. Mulai dari mual-mual ga jelas, abis itu makan enak, nyium bau bauan secara over sensitif, di punggung pegelnya banget banget sampe kalau lagi jalan sama Aiyah ditusukin sama jari dia, trus satu titik di iga kanan tiba-tiba nyeri sampe nangis waktu belanja di Giant (ga kuat berdiri), jemari tangan kiri kesemutan (terutama setelah main game di hape sambil tiduran sih), kaki membengkak dan sakit sebelah, sampai sekarang akhirnya mengalami pegel dan sakit dari pinggang ke bawah gantian kiri kanan
Super ya? :D
Nikmaaaat... 'Anehnya' gejala-gejala itu juga menghilang dengan sendirinya tanpa disadari. Walau ada beberapa yang masih betah menetap. Seperti bintit lemak yang tiba-tiba muncul di kelopak mata kanan saat kehamilan memasuki usia 8 bulan.
Nah, kalo sekarang, tangan kiri udah ga terlalu kesemutan. Cuma jari manis dan jari tengah yang masih suka susah ditekuk plus kebas. Yang kanan nih sakit banget. Seharian. Dari bangun tidur udah ga bisa menggenggam. Pas di sekolah udah ga nyaman nulis. Lah lagi mandi aja ga kuat angkat gayung. Sekarang, terutama jari tengah yang sakit parah. Kegesek jari lain juga perih. Kata bu dokter Sofani Munzilla, SpOG itu gak apa-apa emang suka gitu. Begitu pula kata dr. Tina Dewi J, SpOG.... yang aku alami katanya Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Banyak excercise dan direndam aja pagi-pagi di air hangat. Nanti udah lahiran juga hilang katanya. Disarankan juga tidur miring ke kiri, biar ga kegencet si tangan. Nih ada yang ngebahas bahwa CTS biasa hadir saat hamil...
Karena atiiit banget, akhirnya saya cari cari cara 'senam tangan' buat mengurangi kebas hebat CTS ini. Dapet website ini dan 2 video yang paling enakeun untuk dicoba. Yang pertama itu dari Physical Therapist sedangkan yang kedua dari pakar yoga.
Monggo yang pernah ngerasain, dicoba juga aja latihan-latihannya. Yang kelamaan depan komputer juga suka ngalamin ceunah. Lumayan bagi saya mah mengurangi. Walau gak menghilangkan.... Hilangnya nanti, 3 bulan habis lahiran. Phew... oke deeeh...
Sejak Jumat, 22 April 2011 pagi, aku mulai ngerasa sakit perut terus-terusan. Bahkan, seingatku aku terbangun karena rasa sakit perut itu. Mencoba untuk tidur lagi namun tetap nggak nyaman. Singkat cerita, hari itu aku menyadari bahwa aku kena diare.
Kebetulan hari itu tanggal merah, jadi aku nggak mesti bolos kerja. Sorenya aku laporan sama Mama bahwa aku udah berkali-kali bolak balik ke WC. Dikasihlah obat buat diare. Sampe akhirnya sore hari aku merasa pusing entah kenapa. Asalnya aku pikir karena kesel laptop nge-lag dan internet sinyalnya lemah banget jadi pusing. Ya udah aku coba bawa tidur. Bangun-bangun hari udah gelap, rasa pusing masih ada sedikit, tapi leher koq rasanya meningkat ya suhunya? Mama lalu bawa thermometer dan terukur temperaturku 38.5 derajat Celsius. Maaak.. demam juga nih eike. Nggak sampai disitu, diareku pun belum juga berhenti.
Sabtu, esoknya, aku masih diare. Aku minum makin banyak biar gak dehidrasi. Plus minta dibeliin Pocari Sweat. Baru keingetan beli Pocari Sweat waktu baca tweet temen yang nyebutin Pocari Sweat lagi ngadain kuis seputar sejarah Pocari Sweat (well, gitu deh gue, sakit-sakit tetep cek timeline twitter :p). Kuisnya nggak main-main, hadiahnya ada iPod, BlackBerry, bahkan iPad buat kompetisi blognya. Haduh, jadi pengen ikutan (sambil memandang botol Pocari Sweat yang berdiri manis di belakang laptop, menerawang). Jadi pengen lihat film tentang Sejarah Pocari Sweat yang kata twitter resminya Pocari Sweat bakal diputer di TV-TV lokal di Indonesia. Nah di Bandung di mana dan kapan ya?
Karena bosen diem di kamar mulu, akhirnya beranjaklah ke ruang tengah. Waktu itu Aiy lagi ada jenguk aku, tapi terus jam 11 dia cabut. Sendirian deh, ditemani sebotol Pocari Sweat 2 liter, kunyalain TV...dan ternyata di Global TV diputer film sejarah Pocari Sweat yang pengen aku tonton itu! Kyaaa.. Aku tahu nggak ada yang kebetulan di dunia ini. Aku pun tahu bahwa harapanku untuk bisa nonton film sejarah Pocari Sweat dikabulkan oleh Allah SWT, sodara-sodara! :D
Filmnya berupa drama dokumenter, yang ternyata menggunakan dubbing bahasa Indonesia. Serasa nonton Ksatria Baja Hitam :). Seingatku saat itu filmnya tidak diselingi iklan, aku terus-terusan berharap dalam hati semoga nggak tiba-tiba sakit perut karena aku nggak mau terlewat satu pun adegan dari film dokumenter ini. Filmnya seru dan inspiratif. Apalagi karena tahu bahwa karena salah satu ilmuwan ahli di Otsuka Pharmaceutical ini pernah kena diare di Meksiko dan nggak ada infus, jadinya terinspirasi munculnya Pocari Sweat ini, minuman kesehatan yang bisa menggantikan cairan yang hilang dari tubuh kita karena komposisinya yang mirip dengan cairan tubuh. Pas banget aku lagi diare gini. Berkali-kali senyum sendiri dan geleng-geleng kepala melihat kegigihan Otsuka Pharmaceutical untuk bisa menjadikan Pocari Sweat setenar sekarang ini. Biar makin menjiwai, sesekali aku meneguk Pocari Sweat dari botol yang nggak lepas dari genggamanku selama film dokumenter berlangsung. Perjalanannmu ternyata nggak langsung mulus, dear Pocari Sweat!
Film beres, kembali ke laptop. Buka Twitter. Berasa mendapat banyak pengetahuan baru setelah nonton film drama dokumenter sejarah Pocari Sweat, maka akupun nge-tweet beberapa statement tentang fakta-fakta sejarah Pocari Sweat. Mencoba juga ikut kuisnya di http:/bit.ly/SejarahPocari1 (sampai 5) walau tahu sebeneranya udah telat buat ikutan :p Tapi ya siapa tahu yaaaa...coba ajaaa... Jujur, rasa semangat mau mencoba ini juga terinspirasi dari film drama dokumenter sejarah Pocari Sweat itu.
Eits, bukan berarti sakitku langsung sembuh ya. Malam Minggu makin parah, sejak jam 1 dini hari, aku terbangun tiap jam hanya untuk ke WC. Lemeeeees, sumpah. Akhirnya hari Minggu Mama kasih obat pamungkas titipan temen Papa. Takjub, aku nggak ke WC lagi seharian itu. Tapi tiba-tiba jam 2 dini hari (Senin) aku dilanda sakit perut hebat. Sampai pagi. Akhirnya ke dokter hari Senin pagi dan dikatakan maag aku yang bermasalah sampai pencernaan terganggu, serta sudah nggak bisa diobati via oral. Aku pun katanya nggak boleh minum ‘obat pamungkas’ itu, karena obat itu menghentikan diare tapi tidak membiarkan bakteri-bakterinya tebuang dulu. Aku mesti diinfus alias dirawat di rumah sakit. Nooo.. nggak mau. Aku janji sama dokter untuk minum lebih banyak dan aku kepikiran untuk beli lagi Pocari Sweat, karena kan awalnya Pocari Sweat ini juga terinspirasi dari cairan infus siap minum. Akhirnya dokter membolehkan, tapi aku disuntik dulu buat obat maagnya. Aaww..
Alhamdulillah, hari Rabu berhenti diarenya. Naah..kali ini malah mual. Ke dokter lagi deh hari Kamis. Katanya maagnya sekarang mesti diobatin bener-bener. Hari Jumat aku sempet di-‘pijat alternatif’ sama tetangga. Ternyata memang maag aku sakit, katanya makan pisang kapok saba bagus untuk maag. Hari Minggu aku mulai merasa baikan. Sambil refreshing, aku ajak Papa dan Mama nonton video film dokomenter sejarah Pocari Sweat yang ternyata bisa di-download di YouTube (makasih banyak Aiy sudah download-in buat akuuu…). Khidmat sekali mereka menonton. Apa komentarnya setelah selesai nonton?
Papa: “Hebat orang Jepang itu ya, nggak tanggung-tanggung untuk marketing, nggak takut rugi. Membiarkan pembagian gratis dalam jumlah tak terbatas. Tapi emang benar kata yang di video itu, pertama coba Papa ngerasa aneh sama rasanya, sekarang-sekarang malah pengen.”
Terbukti, kata-kata Akihiko Otsuka, the director, bahwa khasiat Pocari Sweat baru terasa setelah diminum berulang-ulang! Papa mengakuinya. Uhuy!
Mama: “Sekarang Pocari Sweat ini sudah ada di mm..eh, 16 negara kan ya? Hebat. Gigih dan pintar. Iya sih dulu Mama sama Papa suka kepikiran, kalau saja ada infus yang bisa langsung minum kayaknya enak. Tapi ya udah, orang kita sebatas itu, belum kepikiran untuk mewujudkannya kayak Akihiko Otsuka ini. Hebat.”
Mama langsung hafal dong ada di berapa negarakah Pocari Sweat ini tersebar. Filmnya memang nggak bikin bete sih. Sangat menarik. Bikin makin kagum dan nge-fans sama Pocari Sweat ini.
Baru tahu aku bahwa untuk uji coba bikin minuman kesehatan itu nggak gampang, makan waktu bertahun-tahun. Bahkan Pocari Sweat ini sampai 1000 kali percobaan! Udah gitu rasanya dicaci maki, trus kepala tim marketing ikutan menawarkan Pocari Sweat dari satu toko ke toko lain (beneraaaan…), sampai perusahaan mengalami rugi 400M. Tapi, standing ovation buat Akihiko Otsuka, beliau tetap yakin bahwa Pocari Sweat yang merupakan minuman kesehatan yang selalu terasa enak di tenggorokan ini adalah produk hebat, maka dia nggak nyerah memasarkannya. Nah terus bagaimana akhirnya Pocari Sweat ini digemari masyarakat? Ah nggak seru ah kalau diceritain. Sense perjuangannya kurang tervisualisasi ;). Ini silakan nonton langsung deh biar mengalami sendiri serunya film itu yaaa. Singkat koq, tapi dijamin padat makna yang terkandungnya.
Senin pagi, masih lemas. Izin lagi deh nggak kerja. Oleh Aiy dibeliin Pocari Sweat botol ke-3. Thanks, darl. Rabu, aku mencoba masuk kerja. Ternyata masih lemes, Cuma kuat samapi jam 10 pagi. Hmmh.. Kamis konsul lagi ke dokter, katanya aku memang belum pulih, masih dehidrasi, dan nggak boleh kerja dulu. Mama langsung bilang ke dokter, “Beli Pocari Sweat lagi ya, Dok?” Dokter mengiyakan tapi harus Pocari Sweat yang sachet, nggak boleh yang botol. Hee..emang apa bedanya?
Cuma ada 2 botol gede, satu botol udah kebuang. Kalau yang di kaleng itu dibawain sama tante yang jenguk. Oh iya, yang botol kecil ada di mobil, nggak ikut difoto. Lengkap sudah Pocari Sweat-ku! :)
Ternyataaa… setelah aku baca-baca, yang sachet itu kadar Karbohidrat Total dan Natriumnya lebih tinggi daripada yang di botol kemasan. Versi sachet juga tidak mencantumkan kadar gula, jadi lebih bagus buat penyembuhan. Well, memang rasanya pun jadi nggak semanis yang di botol. Tapi aku tetep semangat minum 3 kali sehari setelah makan seperti kata dokter. Demi, demi mengembalikan cairan tubuhku yang terkuras seminggu kemarin, demi nggak diinfus!! ^o^
Sama aja koq penampakannya, hanya rasa agak beda dikit. Tapi tetep enak!
Ow Pocari Sweat, romantis banget sih kamu, sejak awal aku sakit sampai masa penyembuhan selalu ada menemani… Mulai dari produknya, videonya, ngubek-ubek Twitter, Facebook dan websitenya. Mmmuah… Pocari Sweat, I know you’ll help my recovery. Go Ion! Fulfill my body needs!:)
3 hari lagiiiii..! Yap, tiga hari lagi adalah tanggal 19 Oktober.
Ada apa gitu?? Ada sesuatu. Yang sebenernya gak inget-inget amat tapi koq sekarang jadi inget banget.
Ah..tanggal ini...gak ada oke-okenya. Serieus aja punya lagu berjudul ini. Lah apakah ada hubungannya dengan lagu itu? Ah ya tidak sih. Tapi ya.... tanggal 19 Oktober dan 22 November tuh membekas di hati. Until now. Membekasnya? SAKIT.
Udah dong ndriiiiii....move ooooooooon!!!! Iyaaa...gw juga maunya gitu. Kesian sama pacar saya sekarang yang masih saya curhatin tentang kekesalan ini. Argh. Abis gimana, tiap lupa, eh dia muncul.
Coba, aneh gak sih, ampir setaun gak ketemu, ngobrol juga seadanya via chatting *chattingnya juga gak penting, asli*.... yaelah di Pasar Seni ITB yang sangat ramai dan padat itu bisa ketemu dong! Padahal di pikiran gw diea ada ribuan kilo meter jauhnya dari gw. Ffuuuh. Kirain gak akan pernah ketemu lagiiiii...... Ko ini ketemu lagi siih??? Dan gw langsung menyadari diea ga seganteng yang selama ini gw bayangkan, tapi kenapa gw masih sedespret ini yaaaaa...? Salah langkah di mana ini gueeee...?? Glek.
Hebat sekali cobaan ini ya. Jadi inget waktu tafakuran rutin di sekolah, bahwa kita akan diuji di hal yang sedang kita usahakan. Misalnya, kita lagi pengen hemat..eh tiba-tiba banyaaak aja yang menarik untuk dibeli. Atau kita lagi pengen lebih sabar, eh ketemuuu aja sama hal-hal yang ngeselin. Mungkin gw juga termasuk ya, lagi pengen lupa, eh adaaaaa aja yang ngingetin. Cara ngingetin yang ekstremnya adalah, objek yang dilupainnya mampir di depan mata secara nyata!
Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah... tunjukilah aku jalan yang benar, jalan yang kau ridhai...jalan yang mengajakku untuk bisa lebih ikhlas...
......
......
Karena kalau masih inget gini, tandanya gw belom ikhlas, ya kan?
It's not easy for me to forget you... It's almost four years but you are still there. It's time for you to gooooo... Go...go...away.
Gw udah belajar, berusaha maksimal untuk mengikhlaskan dan gak nginget-nginget koo... tapi lah koq masih terlintas aja ya? Sial.
Pas kemaren gak sengaja liat foto lo, pas playlist gw muter lagu-nya Eric Clapton ciptaan Diane Warren ini. Beuuuh. Pas banget. Dedicated for you lah... (entah ini lagu sakit hati yang ke-berapa ya buat loo....?? Abis tiap ada lagu patah hati ingetnya elo. hahahahaha)
I thought that you'd be loving me.
I thought you were the one who'd stay forever.
But now forever's come and gone
And I'm still here alone.
'Cause you were only playing,
You were only playing with my heart.
I was never waiting,
I was never waiting for the tears to start.
It was you who put the clouds around me.
It was you who made the tears fall down.
It was you who broke my heart in pieces.
It was you, it was you who made my blue eyes blue.
Oh, I never should have trusted you.
I thought that I'd be all you need.
In your eyes I thought I saw my heaven.
And now my heaven's gone away
And I'm out in the cold.
'Cause you had me believing,
You had me believing in a lie.
Guess I couldn't see it,
I guess I couldn't see it till I saw goodbye.
'Cause you were only playing,
You were only playing with my heart.
I was never waiting,
I was never waiting for the tears to start.
It was you who put the clouds around me.
It was you.
It was you who put those clouds around me.
It was you who made those tears fall down.
Only you who broke my heart in pieces.
It was you, it was you who made my blue eyes blue.
Oh, I never should have trusted you.
Oh, I never should have trusted you.
Oh, I never should have trusted you.
Oh, I never should have trusted you.
Kadang gw pengen banget berteriak seperti itu. Gak jarang gw pengen lepasin semua beban dan hal-hal yang bikin gw cape hate ini. Tapi ga mungkin lah gw kayak gituh.. Gw harus nerima semua ini. Gw harus lewatin semua ini, gw gak boleh lari. Hadapi. Ini proses pendewasaan bagi diri gw. (But sometimes I wondered, why don't he thinks like me??)
OK, gini. Mungkin banyak orang yang gak tau (dan gak tertarik buat tau juga kali yah) tapi gak sedikit juga orang yang tau (walau sejujurnya gw lebih suka orang-orang gak usah tau..)
Beberapa waktu terakhir ini, gw lagi berada di bawah limit kesedihan dan kepedihan gw. In other words, gw lagi bener-bener down yang udah gak bisa ditolerir lagi sehingga bisa aja menyebabkan gw gila (syukurlah I keep standing still..). Betapa hal yang satu ini mempengaruhi kehidupan gw, totally. Sedikit demi sedikit gw terbiasa dengan keadaan ini (but please, buat yang ngerti about this, jangan pikir gw berhenti bertahan maupun berhenti berharap. Rasa itu tetap tegap berdiri menantang badai *mak,,hiperbolis bgt*)
Seakan hal itu belum cukup merugikan waktu dan pikiran gw, gw inget tugas makalah FiStat yang harus dikumpulin tanggal 29 November 2006. Itu tugas kelompok sih, tapi sampe tulisan ini dibuat belom ada temanya mau ngebahas apa, coba. Gw udah ngajuin satu tema sih...Tapi yang laen kemane?? Masa gw maksain usul gw. Gw kan mau tau pendapat yang laen. Dan susah banget buat kumpul..
Trus gw tuh KoordDiv Danus buat acara Mapres 3 Labtek yang rencananya berlangsung Februari 2007 ntar. Harus udah mulai beregerak! Selaen jualan kue, gw belom ada ide mau ngedanus apaan lagi nih. Mana anak danus dikit banget, dan belum ngumpul aja. Susah hubunginnya. Wayahna weh bulan ieu mah pulsa teh tekor pisan euy.. Cukup nguras tenaga, waktu dan pikiran lho..
Sedikit membebani adalah gw squad pubdok acara ISF...dan gw ahrus bertanggung jawab atas keputusan yang gw ambil ini.
Masalah belom selesai. Saat menikmati alias merenung semua tugas yang menumpuk di depan mata ini, sms dateng..Isinya bilang kalau pengurus (Himastron) dapet memorandum II dari DPM. Waddezzig! Ini kan jadi bahan pikiran gw lagi. Keliatannya sih gw gak peduli, tapi otak gw mikirin terus! Abis gw bener-bener gak punya ide buat disumbangin jadi solusi masalah di memorandum I. Atuhlah..please deh...gw cape nih...
Seperti judul postingan ini, iya, derita belum berakhir. Hari ini, yang dijadwalkan ada hearing dari caketon (CAlon KETua himastrON), terpaksa dibatalakan karena sang calon mengundurkan diri. Wooooyy........!!! Ntar ada RAK (Rapat Anggota Khusus lain-lain) doooonnnkk...?!! Masalahnya belum berenti dooooonnnkkk....??! Sibuk lagi deeehh... Cape, tau gak.
Iih...kesel deh. Mana sekarang juga sibuk ngamat..(jadi inget, bikin citra teredukusi itu dengernya aja udah cape...*sigh*) dan agak gak konsen merhatiin kuliah (kuliah Pak Alamta sekalipun!)
Ya Allah, ini semua cobaan buat dari-Mu.. Bimbing aku ya Allah, berikan selalu petunjuk dan hidayah agar aku mampu dan berhasil melewati semua ini Ya Allah..Amin.
Friends...keep supporting me, yaah...
Tapi ternyata keadaan ini membuat gw sedikit kreatif lho...bikin lagu, bikin cerpen, dan nulis blog..hahaha...
My prince...when will you come home? I need you more than anything..especially at this moment!
Padahal gw udah diingetin berkali-kali sama orang2 sekitar gw, bahkan sejak lama.. dan gw selalu turutin semua itu, kecuali saat ini! Dan benar saja..gw merasakan sakit itu.. SAKIT sekali!
Kenapa harus kayak gitu stelah semuanya terjadi? Maksud gw, bukan gw gak menyesali kesalahan yang udah gw lakuin, gw nyesel bgt, sumpah... tapi ada hal lain yang gak kalah gw sesalin..
Tolong bilang dari awal, katakan dari awal, ingetin dari awal! Jangan setelah gw masuk terlalu dalam malah baru diingetin... Tapi gw ngerasanya itu bukan hanya peringatan,tapi juga penolakan..
Gw belom pernah ngrasa segini pasti perasaannya sama orang.. Gw juga baru 'segampang' ini sama orang..
Oia, gw juga gak pernah gombal ma orang yang emang spesial bwt gw..Okelah, mungkin kata2nya sok puitis bgt..tapi sebelom gw katakan pergombalan itu ke seseorang (ataupun dedicated a song for someone), gw nanya balik ma diri gw ndiri.. "Bener itu yang mau lo bilang ke dia? Bener lo ngrasa kayak gitu?" Setelah gw berkata 'Iya' pada diri gw sendiri, baru gw lakuin gombal2 itu..Karena kalo di hati kita gak ngrasa kayak gitu, sama aja kita bohong kan? Ya gak?
Trus juga tentang hal yang gw sebut di awal, tentang gw jangan sepenuh hati terhadap sesuatu... Ya, emang gw juga biasanya gitu, entah kenapa kali ini gw malah gak nglakuin ini...jadinya ya sakit bgt kerasanya ketika kenyataan gak sesuai impian..(anjrit, sialan, lagu yang diputer dan menempel di kuping gw malah separuh hidupku, lagi!nangis dooonnkkkk.....)
"Mencintaimu...dengan sepenuh jiwaku..namun ku tak bisa..pahami dirimu.. Mengharapkanmu...satu hal yang tak mungkin bagiku..karena ku tak bisa..ikuti hatimu....."
pas banget seh...
Ndri, nangis tuh bukan penyelesaian masalah...udah donk, jangan nangis aja....
Quote paling menyebalkan dan menyakitkan yang pernah gw baca... .... ... ...